"Tidak menutup kemungkinan alih fungsi. Alih fungsi inilah yang kita takuti. Jika ini terjadi, dipastikan petani kita ke depan akan kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Jadi harus dicarikan solusinya," terangnya.
Dengan hal tersebut, pihaknya mengharapkan ada perhatian dari Pemerintah kabupaten (Pemkab) Seluma untuk mengatasi permasalahan ini. Sehingga lahan sawah seluas 68,8 Hektare ini dapat ditanami. Sehingga nantinya tidak sampai terjadi alih fungsi lahan. Bibit saat ini telah disiapkan oleh petani dan siap untuk ditanam jika kebutuhan air tercukupi.
"Kita sangat berharap kepada Pemkab Seluma melalui Dinas Pertanian dapat mencarikan solusi untuk mengatasi ini. Jangan sampai terjadi alih fungsi lahan sawah petani kami ini yang mayoritas menggantungkan hidup dari hasil sawah ini," pungkasnya