Pro Kontra Pilkada lewat DPRD
Pro Kontra Pilkada lewat DPRD--
koranradarseluma.net - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 Partai Golkar menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang memantik diskursus publik. Salah satu rekomendasi paling krusial adalah usulan agar pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), menggantikan mekanisme pemilihan langsung oleh rakyat.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyampaikan, rekomendasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kedaulatan rakyat yang menitikberatkan pada demokrasi perwakilan. Menurutnya, keterlibatan publik tetap dapat diwujudkan melalui mekanisme representasi politik di lembaga legislatif daerah.
Bahlil menilai mekanisme pilkada melalui DPRD dapat memperkuat sistem demokrasi perwakilan sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan yang kerap muncul dalam pilkada langsung, seperti tingginya biaya politik dan kompleksitas teknis penyelenggaraan.
Selain wacana pilkada tidak langsung, Rapimnas Golkar juga merekomendasikan penyempurnaan sistem pemilihan umum, khususnya sistem proporsional terbuka. Penyempurnaan tersebut mencakup aspek teknis penyelenggaraan, peningkatan kualitas penyelenggara, serta tata kelola pemilu agar tercipta pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Pada sisi lain, Golkar menekankan pentingnya penguatan peran masyarakat sipil (civil society) dan masyarakat algoritma (algorithm society) sebagai pilar demokrasi modern.
“Penguatan civil society dan algorithm society diarahkan untuk memperluas ruang partisipasi politik publik yang lebih bermakna, termasuk dalam menciptakan ruang digital yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab,” jelas Bahlil.
Rapimnas tersebut digelar pada Sabtu (20/12/2025) di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, dan menjadi Rapimnas pertama di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Wacana pilkada melalui DPRD juga mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto. Usulan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Prabowo menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menekan mahalnya biaya politik. Ia menyebut sejumlah negara, seperti Malaysia, India, Inggris, Kanada, dan Australia telah menerapkan mekanisme serupa.
Menurut Prabowo, demokrasi Indonesia perlu mencari format terbaik yang sesuai dengan karakter bangsa, termasuk mengurangi dominasi uang dalam politik.
"Demokrasi harus mengurangi terlalu banyak permainan uang. Demokrasi harus kita bikin minimal ongkos politik supaya nanti politik kita jangan ditentukan hanya orang-orang yang berduit," paparnya.
PDIP Ingatkan Sejarah
BACA JUGA:Penampakan 600 Huntara di Aceh Tamiang yang Siap Dihuni Korban Banjir
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo. - (Antara/Antara)
