Penampakan 600 Huntara di Aceh Tamiang yang Siap Dihuni Korban Banjir
Penampakan 600 Huntara di Aceh Tamiang yang Siap Dihuni Korban Banjir--
koranradarseluma.net - Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para penyintas bencana banjir dan longsor di Sumatera. Melalui Danantara Indonesia, pembangunan huntara tahap awal kini telah rampung dan siap menjadi tempat bernaung sementara bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 600 unit hunian sementara bantuan pemerintah saat ini telah berdiri rapi dan siap dihuni oleh para penyintas bencana. Adanya huntara ini, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama tempat tinggal yang layak dan aman, dapat segera terpenuhi.
Huntara dibangun dengan konsep bangunan memanjang yang terbagi ke dalam beberapa blok. Setiap blok dirancang agar mudah diakses serta mendukung kehidupan sosial antarwarga yang akan menempatinya. Dalam satu unit hunian, pemerintah menyediakan ruang berukuran sekitar 4 x 4 meter yang diperuntukkan untuk satu keluarga.
Setiap unit hunian telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang, seperti tempat tidur dan perabotan dasar, sehingga keluarga penyintas dapat langsung menempatinya tanpa harus memulai dari nol. Desain hunian dibuat sederhana namun fungsional, menyesuaikan kebutuhan dasar keluarga selama masa pemulihan pascabencana.
Tak hanya hunian, kawasan huntara ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah menghadirkan tempat ibadah, serta area bermain anak yang diharapkan dapat memberikan ruang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk beraktivitas.
Saat ini, pembangunan huntara di Aceh Tamiang sudah hampir sepenuhnya rampung. Kehadiran huntara ini menjadi harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana untuk memiliki tempat bernaung yang layak sambil menunggu pembangunan hunian permanen.
BACA JUGA:Negara Rugi Rp 19,5 Miliar, Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi PJUTS
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf mengungkapkan, pembangunan huntara di Aceh Tamiang ditargetkan selesai dalam waktu dekat, tepatnya pada Rabu (31/12/2025). Dengan demikian, tepat pada Kamis (1/6/2026) hunian sudah bisa digunakan.
Aminuddin mengungkapkan, awaknya seluruh perusahaan pelat merah yang berada di bawah koordinasinya telah mengucurkan dana senilai Rp 151 miliar sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR). Lalterkait pembangunan huntara, dilaksanakan oleh BUMN sebagai bagian dari langkah pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 15.000 unit huntara yang dibangun secara bertahap oleh BUMN Karya di berbagai daerah terdampak, meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Untuk huntara atau hunian sementara yang dibangun oleh kami, ditargetkan ada 15.000 huntara, yang akan kita bangun dalam 3 bulan ke depan," ungkap Aminuddin dalam rapat koordinasi satgas pemulihan bencana di Aceh, Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, khusus untuk Aceh Tamiang, pembangunan huntara akan dituntaskan besok. Proyek ini melibatkan tujuh BUMN Karya dengan PT Hutama Karya (Persero) bertindak sebagai induk konsorsium. Untuk fasilitas pendukung, penyediaan listrik akan ditangani oleh PT PLN (Persero), sedangkan jaringan telekomunikasi dikerjakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Telkomsel. Layanan listrik dan jaringan telekomunikasi tersebut akan diberikan secara cuma-cuma selama huntara digunakan oleh warga terdampak bencana.
"Untuk Aceh Tamiang, pembangunannya didukung oleh tujuh BUMN karya yang dipimpin oleh Hutama Karya dan didukung sistem kelistrikannya oleh PLN," pungkasnya.
BACA JUGA:KPK Dalami Aset Tak Tercatat Ridwan Kamil Termasuk Kafe di Seoul
