Radar Seluma.Bacakoran.co

John F. Kennedy: Kilatan Harapan di Tengah Perang Dingin

John F. Kennedy, Amerika Serikat--

koranradarseluma.net - John Fitzgerald Kennedy lahir pada 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts, dari keluarga politikus dan pengusaha kaya keturunan Irlandia. Ia adalah anak kedua dari sembilan bersaudara dalam keluarga Joseph P. Kennedy dan Rose Fitzgerald. Keluarga Kennedy dikenal ambisius dan berpengaruh di ranah politik Amerika.

Kennedy menempuh pendidikan di Harvard University dan menulis skripsi tentang politik luar negeri Inggris, yang kemudian diterbitkan sebagai buku berjudul Why England Slept. Ia sempat bertugas di Angkatan Laut selama Perang Dunia II dan mendapat penghargaan karena keberanian dalam menyelamatkan awak kapal setelah diserang Jepang.

Setelah perang, JFK terjun ke politik sebagai anggota DPR AS (1947–1953), lalu menjadi Senator Massachusetts (1953–1960). Selama menjadi senator, ia mulai dikenal karena pidato-pidato yang cerdas dan pandangannya tentang hubungan internasional.

Meskipun kesehatannya sering terganggu oleh penyakit Addison, ia menyembunyikan kelemahan fisik itu dari publik dan tetap aktif secara politik.

Pada 1960, Kennedy mencalonkan diri sebagai presiden melawan Richard Nixon. Lewat kampanye yang enerjik, debat televisi pertama dalam sejarah, dan slogan "Let the word go forth... that the torch has been passed to a new generation of Americans", JFK terpilih menjadi Presiden ke-35 Amerika Serikat, dan yang termuda dalam sejarah saat itu, pada usia 43 tahun. Ia juga menjadi presiden Katolik pertama di AS.

BACA JUGA:Makna dan Syarat Hewan Qurban

BACA JUGA:Winston Churchill: Sang Orator Besi dari Inggris

Masa jabatan JFK dipenuhi berbagai tantangan global dan domestik:

Perang Dingin: Krisis misil Kuba (1962) hampir menyeret dunia ke jurang perang nuklir. Namun, Kennedy berhasil meredakan ketegangan melalui diplomasi rahasia dan negosiasi dengan Uni Soviet.

Perlombaan Luar Angkasa: Ia mendorong ambisi luar angkasa dengan janji "mengirim manusia ke bulan dan kembali dengan selamat sebelum dekade ini berakhir."

Hak Sipil: Meski awalnya berhati-hati, Kennedy kemudian mendukung gerakan hak-hak sipil dan mendesak undang-undang yang melindungi warga kulit hitam dari diskriminasi.

Pada 22 November 1963, dunia dikejutkan oleh kabar tragis: JFK ditembak mati di Dallas, Texas, saat melakukan kunjungan kenegaraan. Pembunuhnya, Lee Harvey Oswald, segera ditangkap namun juga dibunuh dua hari kemudian. Teori konspirasi seputar kematiannya masih menjadi misteri hingga kini.

JFK menjadi simbol generasi baru, harapan, dan perubahan. Pidatonya yang paling dikenang, “Ask not what your country can do for you — ask what you can do for your country,” terus bergema sebagai inspirasi kepemimpinan.

Meski masa jabatannya singkat, pengaruhnya sangat besar, terutama dalam mempromosikan perdamaian, hak asasi manusia, dan inovasi teknologi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan