Franklin D. Roosevelt: Arsitek Kebangkitan Amerika dan Dunia Baru
Franklin D. Roosevelt, Amerika Serikat--
koranradarseluma.net - Franklin Delano Roosevelt lahir pada 30 Januari 1882 di Hyde Park, New York, dari keluarga kaya dan terpandang. Ia adalah sepupu jauh Presiden Theodore Roosevelt. FDR menempuh pendidikan di Harvard dan kemudian belajar hukum di Columbia University, meskipun ia tidak menyelesaikan gelarnya secara formal.
Ia menikahi Eleanor Roosevelt, yang kelak juga menjadi tokoh penting dan aktivis hak asasi manusia. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai enam anak.
FDR memulai karier politik sebagai Senator Negara Bagian New York dan kemudian menjadi Asisten Menteri Angkatan Laut selama Perang Dunia I. Pada tahun 1920, ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden, namun kalah.
Tahun 1921, ia terserang polio, yang menyebabkan kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Namun, penyakit ini justru menempa ketangguhan dan empatinya terhadap penderitaan orang lain.
FDR terpilih sebagai Gubernur New York pada tahun 1928. Ketika krisis ekonomi hebat menghantam Amerika (Great Depression), ia muncul sebagai harapan baru. Pada 1932, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-32.
BACA JUGA:Makna dan Syarat Hewan Qurban
BACA JUGA:Winston Churchill: Sang Orator Besi dari Inggris
Ia adalah satu-satunya presiden AS yang terpilih empat kali berturut-turut (1933, 1936, 1940, dan 1944), dan memimpin negeri itu selama masa paling krusial dalam sejarah modern: Depresi Besar dan Perang Dunia II.
Untuk mengatasi kehancuran ekonomi, FDR meluncurkan program ambisius bernama New Deal. Ini mencakup: Reformasi perbankan dan keuangan, Program pekerjaan umum berskala besar, Perlindungan buruh dan jaminan sosial.
New Deal mengubah peran pemerintah secara fundamental dari pengatur pasif menjadi pelindung aktif bagi rakyat.
Ketika Perang Dunia II meletus, FDR awalnya menjaga netralitas AS. Namun, setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor (1941), ia membawa AS masuk ke dalam perang. Ia menjadi tokoh utama dalam aliansi Sekutu, bersama Winston Churchill dan Joseph Stalin.
FDR memainkan peran strategis dalam membentuk tatanan dunia baru pasca-perang, termasuk cikal bakal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
FDR wafat pada 12 April 1945, beberapa bulan sebelum Perang Dunia II resmi berakhir. Kematian itu mengejutkan dunia, tetapi ia meninggalkan warisan luar biasa: Amerika yang bangkit dari keterpurukan, dunia yang menuju perdamaian, dan model kepemimpinan modern yang progresif dan berwawasan global.
BACA JUGA:Nelson Mandela: Pejuang Kebebasan dan Ikon Perdamaian Dunia
