Radar Seluma.Bacakoran.co

Filosofi Tugu Simpang Tiga Kasuk Baru, Simbol Identitas dan Kearifan Lokal

TUgu simpang Tiga Kasuk Baru,Kaur-RadarSeluma.bacakoran.co--

koranradarseluma.net,-Kaur Tugu Simpang Tiga Kasuk Baru merupakan sebuah monumen yang berdiri kokoh di simpang tiga Desa Kasuk Baru, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Lebih dari sekadar penanda geografis, tugu ini menyimpan makna mendalam yang merepresentasikan identitas, budaya, dan kearifan lokal masyarakat setempat. 

Struktur dan Simbolisme, tugu ini terdiri dari tiga pilar utama yang melambangkan tiga unsur penting dalam kehidupan masyarakat Kaur.

Buah Sawit, melambangkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghidupan utama masyarakat Kaur.

Ikan Laut, mewakili kekayaan bahari Kabupaten Kaur yang menjadi penopang ekonomi serta sumber daya alam yang melimpah.

BACA JUGA:Manfaat Serai Selain Sebagai Rempah-rempah

BACA JUGA:Berbagai Jenis Hama Jagung dan Cara Pengendalian nya

Cengkeh, Simbol warisan rempah-rempah yang sejak zaman dahulu menjadi komoditas penting bagi daerah Kaur.

Di atas ketiga pilar tersebut terdapat patung gurita dan ikan mungkus yang mencerminkan potensi laut serta keterikatan masyarakat dengan perairan, kehadiran simbol-simbol ini tidak hanya menjadi ornamen, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keseimbangan antara daratan dan lautan dalam kehidupan masyarakat Kaur. 

Makna Filosofis , tugu simpang tiga kasuk baru bukan hanya sekadar monumen, tetapi juga representasi filosofi kehidupan yang dianut masyarakat setempat. Keseimbangan dan Keharmonisan, Kehadiran unsur pertanian, perikanan, dan rempah-rempah dalam satu kesatuan menggambarkan bagaimana berbagai aspek kehidupan harus berjalan selaras agar tercipta kesejahteraan. 

Sejarah dan Warisan, budaya tugu ini menjadi pengingat akan sejarah panjang Kabupaten Kaur sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam dan tradisi maritim. Gotong Royong dan Kebersamaan, dalam pembangunannya masyarakat turut berkontribusi dan merasa memiliki tugu ini sebagai bagian dari identitas kolektif mereka. 

Tantangan dan harapan, meskipun sempat mengalami perusakan akibat tindakan vandalisme, semangat masyarakat untuk menjaga Tugu Tiga Kasuk Baru tetap tinggi. Pemerintah setempat bersama warga terus berupaya melestarikan ikon ini sebagai warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. 

Sebagai monumen yang memiliki nilai historis, filosofis, dan budaya yang tinggi, tugu simpang tiga kasuk baru mengajarkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak lepas dari warisan leluhur yang harus tetap dijaga dan dihormati. Dengan memahami filosofi di baliknya, kita tidak hanya melihatnya sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai cerminan identitas dan semangat masyarakat Kabupaten Kaur.

BACA JUGA:Khasiat Rebusan Daun Sirsak Untuk Mengatasi Berbagai Masalah Kesehatan

BACA JUGA:Manfaat Air Rebusan Daun Salam Untuk Menurunkan Kadar Asam Urat

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan