Radar Seluma.Bacakoran,co
Banner BI

Investor di Seluma, Dipinta Harus Perhatikan Lingkungan

Investor diminta perhatikan lingkungan--Koranradarseluma.net

Koranradarseluma.net - Kabupaten Seluma saat ini menjadi lirikan sejumlah Investor untuk menanamkan sahamnya. Sekalipun demikian Investor diharapkan bisa memperhatikan masyarakat dan dampak lingkungan yang akan terjadi.

Ketua Komisi II DPRD Seluma, Sudi Hermanto ST menyambut baik dan senang kabupaten Seluma telah menjadi lokasi berinvestasi. Pemda Seluma sendiri dipastikan Terbuka untuk siapapun melakukan investasi dan berharap semakin banyak investor ke seluma ini. 

"Kita inginkan Investor bisa bekerja dengan baik dan utamanya adalah bisa memperhatikan masyarakat dan memperhatikan limbah pada lingkungan setempat terkhusus desa penyangga,"sampai Ketua Komisi II.

Disampaikannya, Sejumlah hal yang harus dilakukan investor adalah bisa menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat desa Penyangga, dikarena lokasi keberadaan perusahaan tersebut. Termasuk memperhatikan limbah udara dan cair serta limbah padat dapat di kelola dengan manajemen yang baik. Agar ke depannya tidak terjadi konflik sosial dengan masyarakat ini. Karena eksistensinya sebuah perusahaan tergantung pada masyarakat lingkungan.

“Yang perlu diperhatikan adalah komunikasi dan gencarnya melakukan sejumlah sosialisasi pendekatan dengan warga dan tokoh masyarakat,”sampainya.

Sedangkan, untuk investor yang akan masuk juga harus melakukan kajian mendalam akan IPAL dengan melibatkan dinas terkait, Seperti Perizinan dan Dinas Lingkungan Hidup(DLH). Sehingga dinas ini bisa berperan aktif mengawasi dan menindak lanjuti. Jangan sampai keberadaan perusahaan membawa dampak negatif. Seharusnya adalah dampak positif bagi lingkungan dan warga sekalipun.

“Jangan sampai seperti saat ini, Dari beberapa keberadaan perusahaan saat ini mayoritas warga mengeluh aroma tidak sedap seperti kejadian pabrik crude palm oil (CPO) milik PT Seluma Sawit Lestari(SSL) dusun Napalan, Kecamatan Sukaraja saat ini,”sampainya.

Tambah Sudi, jangan sampai seperti yang telah terjadi. Setelah dilakukan inspeksi mendadak(Sidak) baru mengakui jika belum maksimalnya dalam pengelolaan limbah. Terpenting adalah perusahaan bersedia melakukan perbaikan dan bersifat kooperatif atas temuan temuan yang telah ada.

 

“kita juga meminta bisa kooperatif untuk terus melakukan perbaikan,”tutupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan