Kerusuhan di Los Angeles Bayangi Hitungan Mundur Menuju Piala Dunia 2026
Kerusuhan di Los Angeles--
Radarseluma.bacakoran.co – Satu tahun menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi keamanan di salah satu kota tuan rumah, Los Angeles, justru menjadi sorotan. Kerusuhan pecah di kawasan pusat kota saat sejumlah massa melakukan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh.
Insiden ini terjadi di tengah suasana persiapan Amerika Serikat menyambut ajang sepak bola terbesar dunia, yang akan digelar bersama Meksiko dan Kanada mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Los Angeles, sebagai salah satu kota yang akan menjadi tuan rumah pertandingan, kini menghadapi tantangan non-teknis berupa gangguan keamanan.
Menurut laporan, kerusuhan dipicu oleh ketegangan sosial yang telah memanas selama beberapa waktu, dan bentrokan antara demonstran dengan aparat keamanan tidak terhindarkan. Aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kesiapan kota dalam menjamin keamanan selama Piala Dunia berlangsung.
BACA JUGA:Kabar Terkini Evan Dimas: Babak Baru Sebagai Pelatih di Lapangan Desa
FIFA sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian ini, namun sejumlah pengamat menilai bahwa stabilitas dan keamanan menjadi hal krusial yang akan menentukan kesuksesan penyelenggaraan turnamen.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan format 48 tim, dan Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya sejak 1994. Kota-kota besar seperti Los Angeles, New York, Dallas, hingga Miami dijadwalkan menggelar berbagai laga dari babak penyisihan hingga fase gugur.
BACA JUGA:Timnas Uzbekistan Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain dan Staf Dapat Hadiah 40 Mobil Listrik
