Misteri Crop Circle Berbah: Rekayasa Manusia yang Diabadikan dalam Monumen UFO
Misteri Crop Circle Berbah: Rekayasa Manusia yang Diabadikan dalam Monumen UFO--
Koranradarseluma.net - Pada 23 Januari 2011, sebuah pola geometris misterius muncul di area persawahan Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Fenomena ini, yang dikenal sebagai crop circle, segera menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi, termasuk dugaan keterlibatan makhluk luar angkasa atau UFO.
Namun, setelah melakukan investigasi, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyimpulkan bahwa crop circle tersebut merupakan hasil rekayasa manusia. Tim LAPAN menemukan beberapa bukti fisik yang mendukung kesimpulan ini, seperti lubang sedalam 25 cm dengan diameter 4–5 cm di pusat pola, yang diduga digunakan untuk menancapkan tongkat sebagai titik pusat pembuatan pola. Selain itu, ditemukan jejak langkah manusia dan batang padi yang patah atau tercerabut, menunjukkan bahwa pola tersebut dibuat dengan tekanan fisik, bukan oleh fenomena alam atau teknologi canggih.
BACA JUGA:Bolehkah Panitia Qurban Mendapat Jatah Daging? Ini Penjelasan Lengkapnya
Meskipun demikian, hingga kini belum ada pihak yang secara resmi mengakui sebagai pembuat crop circle tersebut. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa sekelompok mahasiswa dari Yogyakarta mungkin terlibat dalam pembuatan pola tersebut sebagai bagian dari eksperimen atau proyek seni.
Untuk mengenang peristiwa ini, pada 21 Juli 2022, bertepatan dengan peringatan Hari UFO Nasional, dibangun Monumen Crop Circle di lokasi tersebut. Monumen ini, yang juga dikenal sebagai Monumen UFO, diresmikan oleh Indonesia UFO Network (IUN) dan Jogja National Museum (JNM). Monumen setinggi empat meter dengan diameter dua meter ini terbuat dari susunan batu candi dan memiliki instalasi berbentuk UFO di puncaknya. Tujuannya adalah untuk menjadi simbol edukasi dan destinasi wisata yang berkaitan dengan fenomena luar angkasa dan sains antariksa.
BACA JUGA:Prediksi Baba Vanga yang Terbukti di 2024: Dari Krisis Ekonomi hingga Terobosan Medis
Sejak peristiwa tersebut, area persawahan di Berbah tetap dipertahankan oleh pemiliknya dan belum mengalami perubahan signifikan. Komunitas lokal dan pegiat UFO secara rutin mengadakan kegiatan di sekitar monumen, termasuk syukuran dan diskusi mengenai fenomena luar angkasa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun crop circle di Berbah telah dikonfirmasi sebagai buatan manusia, minat dan antusiasme masyarakat terhadap fenomena ini tetap tinggi.
