Radar Seluma.Bacakoran.co

Margaret Thatcher: Wanita Besi Penentu Arah Inggris Modern

Margaret Thatcher, Inggris--

koranradarseluma.net - Margaret Hilda Roberts lahir pada 13 Oktober 1925 di Grantham, Inggris. Ayahnya seorang pedagang sekaligus wali kota, yang menanamkan nilai-nilai konservatif, kerja keras, dan tanggung jawab pribadi. Ia tumbuh sebagai siswi cemerlang dan melanjutkan pendidikan ke Universitas Oxford, jurusan kimia. Setelah lulus, ia bekerja sebagai ilmuwan dan kemudian belajar hukum.

Margaret masuk dunia politik lewat Partai Konservatif, dan terpilih menjadi anggota parlemen pada 1959. Ia mulai dikenal publik saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan (1970–1974) dalam pemerintahan Edward Heath. Di sana, ia menuai kontroversi karena memangkas anggaran pendidikan gratis bagi anak-anak. 

Pada tahun 1979, Margaret Thatcher terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris, menjadi perempuan pertama dalam sejarah Inggris yang memegang jabatan tersebut. Pemerintahannya berlangsung selama 11 tahun (1979–1990) — masa jabatan terpanjang di abad ke-20. 

Julukan “The Iron Lady” atau “Wanita Besi” diberikan oleh media Soviet karena ketegasannya terhadap komunisme. Julukan itu justru menjadi simbol ketangguhannya. Ia dikenal dengan kebijakan ekonomi neoliberal, yang disebut Thatcherisme, yang mencakup Privatisasi perusahaan negara, Deregulasi pasar, Pemotongan pajak dan pengurangan peran negara, Pengetatan pengeluaran sosial.

BACA JUGA:Yasser Arafat: Wajah Perlawanan Palestina

BACA JUGA:Aung San Suu Kyi: Perempuan, Perjuangan, dan Paradoks Demokrasi

Bagi pendukungnya, Thatcher adalah penyelamat Inggris dari krisis ekonomi dan negara kesejahteraan yang dianggap terlalu besar. Bagi pengkritiknya, ia memperlebar kesenjangan sosial dan menghancurkan kekuatan serikat buruh. Pada 1982, ia menghadapi perang melawan Argentina dalam konflik Pulau Falklands. Kemenangan Inggris dalam perang itu memperkuat popularitasnya dan menegaskan citra kepemimpinannya yang tegas.

Ia juga menjalin hubungan erat dengan Presiden AS Ronald Reagan dan memegang peran penting dalam perang dingin, menjadi salah satu tokoh utama blok Barat melawan komunisme. 

Pada 1990, tekanan politik internal dari partainya sendiri memaksanya mundur dari jabatan PM. Namun, pengaruhnya terhadap Inggris tak terbantahkan. Thatcherisme membentuk arah ekonomi dan politik Inggris hingga kini, dan memengaruhi tokoh-tokoh konservatif seperti Tony Blair (meski dari partai Buruh). 

Margaret Thatcher dihormati sebagai tokoh kuat dan visioner, tapi juga dibenci oleh sebagian besar pekerja dan komunitas kelas bawah karena kebijakannya yang keras. Setelah wafat pada 8 April 2013, reaksi publik terbelah: ada yang berkabung, ada pula yang merayakan kepergiannya sebagai simbol berakhirnya era penindasan.

BACA JUGA:Waspada Curanmor, Ini Cara Efektif Melindungi Kendaraan Anda

BACA JUGA:Angela Merkel: Kanselir Besi di Era Globalisasi

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan