Waspada! Banyak Kasus Pencurian Password di Indonesia
Waspadai pencurian password--
Koranradarseluma.net, - Waspada. Saat ini, penjahat siber kini makin gencar mengincar ekosistem bisnis di kawasan Asia Tenggara. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Password Stealer (pencuri kata sandi) telah menjadi senjata utama para peretas untuk menyusup ke jaringan perusahaan secara diam-diam tanpa memicu alarm keamanan.
BACA JUGA:Bitcoin, XRP, dan Ethereum Naik Saat Senat AS Tekan Trump soal Iran
BACA JUGA:Bos PLN Minta Maaf, Beberkan Penyebab Listrik Padam Berjam-jam di Sebagian Sumatera
Berdasarkan data telemetri Kaspersky, sepanjang tahun 2025 telah terjadi peningkatan serangan password stealer sebesar 18% yang menargetkan pengguna bisnis di Asia Tenggara. Secara total, solusi keamanan Kaspersky mendeteksi dan memblokir lebih dari satu juta upaya serangan di kawasan ini.
Khusus untuk Indonesia, situasinya juga patut diwaspadai. Sebanyak 234.615 serangan password stealer terhadap perusahaan-perusahaan dalam negeri berhasil digagalkan pada tahun lalu.
Password stealer adalah jenis malware yang secara spesifik dirancang untuk mencuri kata sandi dan informasi akun. Malware ini bekerja dalam senyap dengan mengekstrak kunci rahasia yang tersimpan di browser, menganalisis file cache dan cookie, hingga mencuri akses ke dompet aset kripto.
Kredensial yang berhasil dicuri kemudian dimanfaatkan peretas untuk berbagai aktivitas kejahatan tingkat lanjut, mulai dari pencurian dana finansial, pencurian identitas, pemerasan, hingga mengambil alih akun karyawan untuk melancarkan serangan yang lebih masif ke dalam server perusahaan.
BACA JUGA:Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Estafet Karir
