Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Seluma Capai 80 Persen
Kasi Kurikulum Disdikbud Seluma--
Koranradarseluma.net - PEMATANG AUR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi kemajuan sektor pendidikan di Kabupaten Seluma. Perkembangan signifikan terlihat dari penerapan Kurikulum Merdeka yang kini telah dijalankan oleh sebagian besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) di daerah tersebut.
BACA JUGA: Adventure Trail “Jelajah Alam Bengkulu Selatan Ke-I (Jelas#1)
BACA JUGA:Satlantas Polres Seluma Beri Teguran Truk Sawit ODOL, Utamakan Edukasi Keselamatan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma mencatat bahwa proses adaptasi kurikulum baru ini berjalan cukup optimal. Perubahan pendekatan pembelajaran dari sistem lama ke metode yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa dinilai mulai membuahkan hasil di tingkat sekolah dasar.
Kepala Seksi Kurikulum SD Dikbud Seluma, Sigit Budiyanto, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan implementasi Kurikulum Merdeka tidak menghadapi kendala berarti. Hal ini menjadi indikator bahwa kesiapan tenaga pendidik semakin matang.
“Jika dipersentasekan, sekitar 80 persen sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara maksimal,” terang Sigit.
Menurutnya, capaian tersebut mengacu pada standar mutu pendidikan dasar yang telah ditetapkan. Ia menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari kemampuan guru dalam memahami serta mengaplikasikan konsep pembelajaran yang lebih inovatif.
"Untuk saat ini, hampir seluruh tenaga pendidik di setingkat sekolah dasar dipastikan telah menguasai metode pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Hal itulah yang membuat para guru tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengaplikasikannya di dalam kelas," jelasnya.
BACA JUGA:BSI Luar Biasa, Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024
BACA JUGA:Lebih kenal dengan 5 Seri Laptop Axioo Yuk, Menurutmu Mana yang Paling Gahar?
Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Seluma optimistis penerapan Kurikulum Merdeka akan terus meningkat hingga menjangkau seluruh satuan pendidikan dasar secara menyeluruh. Dukungan berkelanjutan terhadap peningkatan kapasitas guru pun menjadi fokus utama guna menjaga kualitas pembelajaran di masa mendatang.(adt)
