Viral, Bupati BS Sidak Jembatan Batu Ampar
Bupati BS sidak jembatan--
Koranradarseluma.net, Bengkulu Selatan - Respons cepat dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan. Menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan warga melintasi sebuah “jembatan” di Desa Batu Ampar, Bupati Rifai Tajuddin bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
BACA JUGA:Bupati BS Rapat Koordinasi Mitigasi Bencana di Kementrian Pertanian
BACA JUGA: Empat Perusahaan Jalin MoU Pengelolaan Sampah, DLH Seluma Optimalkan PAD
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti setiap informasi yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus meluruskan persepsi yang sempat menimbulkan kekhawatiran publik.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Rifai memastikan bahwa aktivitas warga yang terlihat dalam video memang benar adanya. Namun, ia menegaskan bahwa konstruksi yang digunakan warga itu bukanlah jembatan, melainkan pelintasan pipa air bersih milik PDAM.
“Memang benar ada aktivitas warga melintas di sana, tapi itu bukan jembatan. Ini pipa PDAM yang digunakan untuk distribusi air bersih,” tegas Rifai, Rabu 22 April 2026.
Ia menjelaskan, warga memanfaatkan jalur tersebut karena dinilai lebih praktis untuk menuju kebun, meskipun bukan peruntukan sebenarnya dan memiliki risiko keselamatan.
“Warga memanfaatkan jalur ini karena dianggap lebih cepat untuk menuju kebun. Namun ini bukan peruntukannya dan tentu memiliki risiko,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan akses resmi berupa jembatan di bagian hulu lokasi tersebut, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan jalur yang lebih aman.
BACA JUGA: Damkar Seluma Dinilai Belum Optimal, Minim Peralatan Jadi Kendala Penanganan
“Jembatan sudah ada di bagian hulu. Kita tidak mungkin membangun jembatan di setiap titik, karena semua harus melalui perencanaan dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Terkait video yang sempat viral, Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil pembuat video guna memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
