Krisis Energi, Bangladesh Pangkas Jam Kerja Pegawai
Antri panjang di SPBU bangladesh--
Koranradarseluma.net, Jakarta - Akibat krisis energi, Bangladesh menerapkan serangkaian langkah penghematan energi. Seperti diketahui, imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran antrian memanjang di SPBU banglades.
Saat ini, pemerintah Bangladesh juga memangkas jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga jam operasional toko dan pasar.
BACA JUGA: Surga Kuliner Bukittinggi, Cita Rasa Minang yang Mendunia
BACA JUGA:Green SM Dapat Pembiayaan Rp 600 Miliar dari BCA
Langkah penghematan yang disepakati kabinet pada Kamis (2/4) kemarin bertujuan untuk menstabilkan ketersediaan energi di Bangladesh yang sangat bergantung pada impor bahan bakar, terutama dari Timur Tengah.
Berdasarkan peraturan baru tersebut, kantor-kantor pemerintah hanya beroperasi dari pukul 9 pagi hingga 4 sore. Sementara untuk pasar dan pusat perbelanjaan harus tutup pada pukul 6 sore untuk mengurangi penggunaan listrik.
Pemerintah juga memerintahkan pemotongan pengeluaran publik yang tidak penting dan mendesak seperti pengurangan konsumsi energi di sektor industri, misalnya dengan pembatasan penggunaan lampu yang berlebihan.
Masih belum cukup, Kementerian Pendidikan Bangladesh akan mengeluarkan pedoman sistem belajar-mengajar baru dengan opsi seperti penyesuaian jadwal dan peralihan ke kelas daring yang sedang dipertimbangkan.
