Bitcoin Masih Ikuti Siklus Lama, Bull Run di Q4 2026
Bitcoin--
Koranradarseluma.net - Managing Partner SkyBridge, Anthony Scaramucci menyebut Bitcoin (BTC to IDR) masih bergerak dalam pola siklus empat tahunan, dengan potensi kenaikan harga kembali muncul pada kuartal keempat 2026.
BACA JUGA:Uji Coba Mastercard, Bayar Pizza Pakai Crypto
BACA JUGA:Setelah Malaysia, Thailand Juga Diijinkan Iran Lewati Selat Hormuz, Indonesia Masih Tertahan
“Kita masih berada dalam siklus empat tahunan, dan ada sejumlah whale lama serta pelaku awal (OG) yang percaya pada siklus ini. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang benar-benar percaya pada sesuatu? Hal itu bisa menjadi ramalan yang terwujud dengan sendirinya,” ujarnya dikutip dari Cointelegraph.
Pernyataan ini datang di tengah pergerakan pasar yang cenderung tidak stabil setelah koreksi tajam dari level tertinggi sebelumnya.
Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $68.000, setelah sebelumnya sempat turun drastis dari sekitar $126.000 ke $60.000. Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari fase koreksi dalam siklus yang lebih besar, bukan perubahan tren jangka panjang.
Scaramucci menegaskan bahwa teori siklus empat tahunan Bitcoin masih relevan. Dalam pola ini, harga biasanya mengalami fase kenaikan selama beberapa tahun, sebelum memasuki periode koreksi.
BACA JUGA: Kuliner India: Kaya Rempah, Rasa Mendunia
Namun, ia mengakui bahwa siklus tersebut kini tidak sekuat sebelumnya. Masuknya investor institusi dan arus dana dari ETF Bitcoin membuat volatilitas menjadi lebih terkendali, sehingga pola pergerakan terlihat lebih “halus” dibanding siklus sebelumnya.
