Terduga Pengedar Ganja, Akui Pasokan Berasal dari Kota Bengkulu
Pengedar ganja akui pasokan dari Bengkulu-Tri Suparman-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net - Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Seluma hingga saat ini masih terus mendalami kasus dugaan peredaran narkotika jenis ganja yang melibatkan seorang pria berinisial PA merupakan anak mantan Kepala Desa Lunjuk, Kecamatan Seluma Barat. Bahkan bekerja sebagai Humas di perkebunan PT Sandabi Indah Lestari (SIL) Estate Seluma. Berselang sehari setelah diamankan, terduga pelaku mengakui bahwa ganja yang diedarkannya diperoleh dari rekannya yang berada di wilayah Kota Bengkulu.
PA sebelumnya ditangkap Tim Opsnal Satres Narkoba di trotoar Jembatan Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut. Berbekal informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti.
Dari pengakuan PA, bahwa ganja yang berada dalam penguasaannya didapat dari seorang rekannya di Kota Bengkulu. Barang haram tersebut kemudian dibawa ke wilayah Kabupaten Seluma untuk diedarkan kembali. Untuk mempermudah penjualan, ganja itu dikemas ulang dalam paket-paket kecil siap edar.
"Baru mau mengedar bang, dari teman di Kota Bengkulu bang," terang PA saat dikonfirmasi Radar Seluma.
Pihak kepolisian menduga praktik tersebut telah berlangsung beberapa waktu. Namun, untuk memastikan sejauh mana jaringan peredaran ini berjalan, penyidik masih melakukan pengembangan lebih lanjut, termasuk memburu pemasok utama yang diduga menjadi sumber pasokan ganja ke wilayah Seluma.
Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, SIK MIK melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Trio Hendra Saputra, STR K menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Seluma. Dirinya juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga kasus ini berhasil diungkap.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan berani melapor. Tanpa dukungan warga, pengungkapan kasus seperti ini tentu lebih sulit," ujarnya.
