Radar Seluma.Bacakoran.co

Dipanggil Wabup dan Plt Kadiskes, Oknum Nakes Puskesmas Ilir Talo Akui Pemeran Video Syur

Akui pemeran video syur-Tri Suparman-Koranradarseluma.net

Koranradarseluma.net - Pemerintah Kabupaten Seluma kembali dihadapkan pada persoalan serius yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kali ini, publik diresahkan dengan beredarnya video porno berdurasi sekitar satu menit yang diduga diperankan oleh seorang oknum pegawai negeri sipil tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Ilir Talo, Kabupaten Seluma.

 

Video asusila tersebut dengan cepat viral dan tersebar luas melalui media sosial serta aplikasi pesan singkat. Peredarannya memicu beragam reaksi dari masyarakat, mulai dari kecaman keras hingga keprihatinan mendalam, mengingat pelaku merupakan ASN yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan moral sebagai pelayan publik.

 

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Wakil Bupati Seluma, Drs Gustianto, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, SP MAP memanggil oknum tenaga kesehatan yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Oknum tersebut diketahui berinisial YP.

 

Pemanggilan dilakukan secara resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma. Saat dimintai keterangan, oknum nakes tersebut hadir didampingi oleh teman sejawatnya serta Kepala Puskesmas Ilir Talo. Klarifikasi ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi yang telah beredar luas di tengah masyarakat.

 

Dalam pertemuan tersebut, oknum PNS tenaga kesehatan itu mengakui secara terbuka bahwa wanita yang ada dalam video syur yang viral tersebut memang dirinya. Pengakuan disampaikan secara langsung kepada Wakil Bupati Seluma dan Plt Kepala Dinas Kesehatan tanpa adanya tekanan.

 

Kepada Plt Kadis Kesehatan, yang bersangkutan juga mengungkapkan bahwa adegan dalam video tersebut dilakukan bersama mantan suaminya yang berinisial AN, warga Padang Guci, Kabupaten Bengkulu Selatan. Peristiwa itu disebut terjadi sekitar bulan Agustus 2025 yang lalu.

 

"Jadi hari ini yang sempat rami di media itu sudah kita panggil. Karena ini meresahkan masyarakat dan berita yang sebenarnya dilakukan tidak pantas. Maka akan kita lakukan pemeriksaan ke Inspektorat," sampai Erlan saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan