Dana Penunjang Dinilai Membengkak, DPRD Seluma Tindaklanjuti Evaluasi RAPBD 2026
sugeng Zonrio-Andry dinata-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma menyoroti sejumlah catatan penting dalam hasil evaluasi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Seluma Tahun Anggaran 2026 yang dilakukan oleh Gubernur Bengkulu.
Wakil Ketua II DPRD Seluma, Sugeng Zonrio, SH, mengatakan bahwa salah satu poin utama dalam evaluasi tersebut adalah perlunya rasionalisasi anggaran belanja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) yang dinilai masih cukup besar.
“Dalam hasil evaluasi gubernur, kami diminta untuk melakukan rasionalisasi anggaran ATK di masing-masing OPD yang nilainya mencapai sekitar Rp400 juta,” ujar Sugeng Zonrio.
Selain anggaran ATK, DPRD Seluma juga menyoroti adanya pos dana penunjang yang nilainya justru lebih besar dibandingkan dengan dana kegiatan utama yang dilaksanakan OPD. Menurut Sugeng, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar struktur anggaran lebih proporsional dan efisien.
“Bukan hanya ATK, ada juga dana penunjang yang nilainya lebih besar dari dana kegiatan itu sendiri. Ini tentu perlu dievaluasi kembali agar anggaran benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan,” jelasnya.
Ia menegaskan, hasil evaluasi Gubernur Bengkulu menjadi acuan penting bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Seluma untuk melakukan perbaikan dan penyesuaian RAPBD 2026 sebelum ditetapkan menjadi APBD.
“Prinsipnya, anggaran harus berpihak pada kepentingan masyarakat dan program-program prioritas. Efisiensi belanja rutin perlu dilakukan agar ruang fiskal untuk pembangunan dan pelayanan publik semakin besar,” tambahnya.
DPRD Seluma bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut dengan melakukan pembahasan lanjutan, sehingga APBD 2026 yang ditetapkan nantinya lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
