Penguatan Mutu dan Keamanan Pesantren Jadi Fokus Pemerintah
Penguatan Mutu dan Keamanan Pesantren Jadi Fokus Pemerintah--
koraradarseluma.net - Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan bangunan pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama lainnya dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Kebijakan ini mencuat setelah presiden memberikan arahan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Agama untuk melakukan asesmen teknis terhadap ribuan pesantren di seluruh Indonesia, menyusul insiden di Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
“Pendekatan presiden bukan sekadar reaktif terhadap peristiwa di Sidoarjo, tetapi bersifat preventif dan humanis. Ia melihat pendidikan keagamaan sebagai bagian dari sistem sosial yang harus aman, layak dan inklusif,” jelas pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, Jumat (24/10/2025).
Ia menilai, kebijakan ini juga memperkuat prinsip equal treatment antarlembaga pendidikan berbasis agama. “Ketika negara hadir tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah keagamaan Katolik, Kristen, Hindu, atau Buddha, maka keadilan distributif dalam pembangunan benar-benar dijalankan,” ujarnya.
Selain aspek keamanan fisik, presiden juga menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan di pesantren. Prasetyo menjelaskan dengan jumlah santri mencapai 16 juta orang, pemerintah ingin proses belajar mengajar di pesantren lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
BACA JUGA:Duet dengan Jisoo ‘Blackpink' Zayn Malik Bangga Jadi Ayah Keren
“Presiden menghendaki agar proses pendidikan mendapat perhatian, untuk membekali para santri tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan ekonomi. Harapannya, para santri memiliki bekal yang lengkap, tidak hanya dari sisi akhlak dan keagamaan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan ilmu ekonomi," ucapnya.
Menurut Trubus, arah kebijakan ini sejalan dengan visi Prabowo dalam membangun human capital nasional yang unggul dan berdaya saing. “Bagaimana pendidikan agama bisa dikaitkan dengan peningkatan keterampilan kerja. Ini bukan sekadar pendidikan moral, tetapi juga pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
BACA JUGA:Disney+ Bantah Syuting Drama Kim Seon Ho dan Suzy di China Dibatalkan
