Terseret di Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan, Oknum Anggota DPRD Seluma, Enggan Dikonfirmasi
Pilih diam dan tak berikan konfirmasi-Eldo Fernando-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net – Oknum anggota DPRD Seluma aktif berinisial IH menghindar saat hendak dikonfirmasi wartawan terkait tuduhan dugaan keterlibatannya dalam praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.
Sebelumnya, seorang warga bernama Diharman mengaku diminta uang sebesar Rp45 juta untuk mendapatkan posisi sebagai Kepala Puskesmas. Namun, Diharman menolak permintaan tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa sosok IH lah yang berulang kali menghubunginya terkait hal itu.
Saat dikonfirmasi mengenai tuduhan tersebut di kantor DPRD Seluma, IH justru menghindar dan enggan memberikan keterangan. Padahal, demi menjaga keberimbangan pemberitaan, wartawan berkewajiban meminta klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan.
“Murah ini, murah apo namonyo tu, murah viral,” ujar Iwan Harjo sambil berjalan cepat menghindari konfirmasi wartawan, Senin (22/9).
Diketahui, dugaan jual beli jabatan kepala Puskesmas yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Seluma disorot publik setelah mencuat kabar adanya oknum anggota dewan yang diduga meminta jatah beras kepada pihak tertentu. Informasi ini beredar di tengah masyarakat dan memicu kritik keras, lantaran dinilai mencoreng wibawa lembaga legislatif.
Diharman seorang mantan Kepala Puskesmas (Kapus) yang dinonjobkan, mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum Koordinator Daerah Pemilihan (Kordapil) yang disebut bagian dari tim sukses Bupati Seluma.
Menurut DH, dirinya sudah menyerahkan bukti rekaman yang memperkuat dugaan praktik jual beli jabatan tersebut. Dalam rekaman itu, oknum Kordapil diduga meminta uang sebesar Rp35 juta sebagai syarat untuk menduduki jabatan Kapus.
“Untuk nama lengkap oknum tersebut sudah saya sampaikan berikut dengan bukti rekaman di mana (diduga) dia meminta uang Rp35 juta. Kita tunggu saja pemanggilan dari Polda Bengkulu,” kata Diharman beberapa saat lalu.
