Asesmen Nasional 2025 Jenjang SD, Dimulai Bulan Ini
Kasi Kurikulum SD Disdikbud Seluma, Sigit--radarseluma.bacakoran.co
Koranradarseluma.net – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah merilis jadwal resmi pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) tahun 2025 untuk jenjang SD/MI dan sederajat. Rangkaian kegiatan mulai dari sinkronisasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan asesmen dijadwalkan berlangsung sepanjang September hingga awal Oktober.
Di Kabupaten Seluma, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan agar seluruh sekolah dasar segera melakukan persiapan teknis maupun non-teknis. Hal ini disampaikan oleh Sigit Budiyanto, Kasi Kurikulum SD Disdikbud Seluma.
“Jadwal sudah jelas, mulai 5 September sampai 2 Oktober ada tahapan sinkronisasi, gladi bersih, dan pelaksanaan AN. Kami mengimbau sekolah-sekolah untuk mempersiapkan sarana komputer, jaringan internet, serta memastikan peserta didik benar-benar siap mengikuti asesmen,” ujar Sigit Budiyanto, Kamis (11/9).
Berdasarkan jadwal dari Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, kegiatan dimulai pada 5–7 September 2025 dengan sinkronisasi gladi bersih untuk SD/MI Tahap I. Selanjutnya pada 8–11 September dilaksanakan gladi bersih. Untuk tahap II, sinkronisasi gladi bersih akan berlangsung pada 12–14 September, dilanjutkan gladi bersih 15–18 September 2025.
Tahap pelaksanaan asesmen dijadwalkan pada 22–25 September 2025 untuk AN SD/MI Tahap I dan 29 September–2 Oktober 2025 untuk Tahap II. Selain itu, asesmen juga berlaku bagi Paket A/PKPPS Ula yang dilaksanakan 27–28 September (Tahap I) dan 4–5 Oktober 2025 (Tahap II).
Sigit menambahkan, pelaksanaan Asesmen Nasional bukan semata-mata untuk menilai kemampuan siswa secara individu, melainkan memetakan mutu pendidikan di sekolah.
“AN ini bukan ujian kelulusan. Hasil asesmen digunakan pemerintah untuk melihat sejauh mana kualitas pembelajaran dan lingkungan belajar di sekolah. Jadi kami harap sekolah, guru, dan orang tua bisa mendukung penuh,” tegasnya.
Dinas Pendidikan juga memastikan akan menurunkan tim pemantau untuk mendampingi sekolah selama pelaksanaan. Dengan demikian, kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi agar asesmen berjalan lancar.
