Radar Seluma.Bacakoran.co

Dana Tak Ada, Banyak Jalan Menuju Sekolah Rusak

Akses jalan menuju sekolah, masih tanah-Andry dinata-Koranradarseluma.net

Koranradarseluma.net – Kondisi jalan menuju sekolah di sejumlah wilayah Kabupaten Seluma hingga kini masih memprihatinkan. Jalan rusak membuat para pelajar harus bersusah payah untuk bisa sampai ke sekolah.

Seperti yang terlihat di ruas jalan Desa Sinar Pagi dan Desa Talang Empat menuju Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara. Belasan pelajar dari dua desa tersebut setiap pagi harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer untuk bisa sampai ke SMP Negeri 22 Lubuk Resam. Saat musim hujan, perjuangan mereka semakin berat karena jalan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.

Salah seorang wali murid, Saripudin (65), menuturkan para pelajar dari Desa Talang Empat dan Sinar Pagi tidak bisa menggunakan sepeda motor maupun mobil biasa untuk menuju ke sekolah.

“Dari semenjak Seluma ini ada, sampai saat ini belum pernah dibangun. Kasihan anak-anak yang ingin menuju ke SMP Negeri 22 Desa Lubuk Resam harus berjalan kaki,” ujarnya.

Sesekali, para pelajar bisa menumpang kendaraan dobel gardan yang melintas ke arah Lubuk Resam. Namun jika tidak ada, mereka terpaksa berjalan kaki pulang dan pergi.

“Kami berharap agar ruas jalan ini segera diperbaiki supaya bisa dilalui kendaraan, sehingga anak-anak bisa lebih mudah ke sekolah,” tambah Saripudin.

Kondisi serupa juga terjadi di akses jalan menuju SDN Cugung Langu. Jalan berlubang dan licin saat musim hujan membuat anak-anak sekolah dasar harus berjalan jauh, bahkan seringkali terjatuh karena kondisi jalan yang memprihatinkan.

“Kasihan anak-anak, setiap hari harus berjalan kaki karena jalannya tidak bisa dilewati motor. Kalau hujan, tambah parah lagi,” keluh salah seorang wali murid di SDN Cugung Langu.

Sayangnya, hingga kini perbaikan jalan di wilayah Seluma masih sangat terbatas. Kepala Dinas PUPR Seluma, M. Saipullah, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 ini hanya ada satu pekerjaan fisik perbaikan jalan, yakni di Desa Tawang Rejo. Itu pun menggunakan anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sebesar Rp 3,2 miliar.

“Untuk tahun ini hanya ada satu pekerjaan jalan di Desa Tawang Rejo. Semua pekerjaan fisik lainnya terhenti karena efisiensi anggaran serta pemerintah pusat tidak mengucurkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ke daerah,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mencari solusi. Akses jalan yang layak sangat penting, bukan hanya untuk mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk menjamin kelancaran pendidikan generasi penerus di Kabupaten Seluma.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan