Sampah Liar Masih Menumpuk, Pemkab Seluma Terkendala Anggaran dan Teknis
Terkendala anggaran dan teknis-Tri Suparman-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net - Persoalan sampah liar di Kabupaten Seluma, khususnya di wilayah perkotaan Tais saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Hingga kini, puluhan titik tempat penampungan sampah ilegal atau Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar masih terlihat menumpuk di berbagai sudut kota.
Mirisnya, keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang seharusnya menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah juga belum bisa difungsikan secara maksimal. TPA tersebut berlokasi di Desa Talang Sali, Kecamatan Seluma Timur dan hingga kini masih mangkrak sejak dibangun beberapa tahun lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik penumpukan sampah yang cukup mencolok. Di antaranya terdapat di sepanjang jalan dari kawasan pasar kuliner yang tembus ke Kelurahan Napal. Serta di jalur penghubung antara Kelurahan Bunga Mas menuju Desa Pandan. Sampah-sampah tersebut menumpuk tanpa penanganan, menimbulkan bau tak sedap, mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.
Saat dikonfirmasi Radar Seluma, menanggapi hal tersebut Bupati Seluma, Teddy Rahman mengakui bahwa pihaknya belum dapat menyelesaikan persoalan ini karena terkendala keterbatasan anggaran.
"Nanti di APBD Perubahan Tahun 2025 kita akan anggarkan. Fokusnya bagaimana menertibkan TPS liar, mengatur pola pengangkutan, menambah SDM dan biaya operasional lainnya," sampai Teddy.
Dirinya juga mengatakan bahwa, permasalahan utama bukan pada ketersediaan alat atau infrastruktur. Melainkan pada kesiapan teknis dan anggaran operasional yang belum memadai.
"Kendalanya bukan alat. Alat ada, TPA juga ada, tapi belum siap secara menyeluruh. Itu sebabnya pengelolaan sampah belum berjalan maksimal," ujarnya.
