Marc Marquez Fokus Menang Bukan Kejar Rekor
Marc Marquez--
koranradarseluma.net - Pemimpin klasemen MotoGP, Marc Marquez, menegaskan motivasi terbesarnya adalah meraih kemenangan, bukan sekadar mengejar rekor. Akhir pekan ini, ia bertekad menaklukkan Red Bull Ring, salah satu dari empat sirkuit yang belum pernah ia menangi di kelas utama.
Marquez nyaris menang di Spielberg saat masih bersama Honda, tetapi tiga kali kalah tipis dari motor Ducati, yakni Andrea Dovizioso (2017 dan 2019) serta Jorge Lorenzo (2018), semuanya dengan selisih kurang dari 0,2 detik.
“Saya kalah 3-4 kali dari motor merah! Sekarang saya mengendarai motor merah, jadi mari kita lihat apakah kami bisa mencapainya,” ujar Marquez, Kamis (14/8/2025).
“Tentu saja kami akan mencoba menang, tapi target utama adalah menjaga momentum seperti balapan terakhir. Itu prioritas, bukan segalanya,” kata pembalap berusia 32 tahun itu.
Bersama Ducati GP25, Marquez telah memenangi delapan dari 12 grand prix musim ini dan sedang dalam tren 10 kemenangan beruntun termasuk sprint race. Hasil impresif itu memberinya keunggulan 120 poin atas adiknya, Alex Marquez (Gresini).
“Dengan keunggulan seperti ini, satu-satunya yang bisa kehilangan gelar adalah dirimu sendiri,” kata Marquez.
Menurut Marquez, dia harus mengendalikan diri di beberapa balapan, karena tidak mungkin selalu jadi yang tercepat setiap sesi. "Namun mentalitas saya tetap sama, yaitu melakukan yang terbaik tiap pekan,” dia menambahkan.
BACA JUGA:Gantikan Viktor Axelsen, Alwi Farhan Debut pada Kejuaraan Dunia
Marquez kini semakin dekat dengan kemenangan ke-100 pada ajang grand prix, yang secara teori bisa diraih di Misano jika ia memenangi empat balapan beruntun mulai akhir pekan ini. Meski begitu, ia menegaskan tidak terobsesi dengan angka.
“Saya ingin mencapai 100 kemenangan dan percaya itu akan datang jika kami terus seperti ini. Namun, saya tidak pernah terobsesi pada jumlah. Saya terobsesi untuk menang, kapan pun dan berapa pun jumlahnya. Kejuaraan adalah yang terpenting, dan saya tidak boleh terjebak ambisi menang di setiap balapan,” paparnya.
Secara matematis, Marquez bisa mengamankan gelar dunia kesembilannya di Misano, tetapi harus menggandakan keunggulannya menjadi 222 poin, sesuatu yang ia anggap mustahil.
“Yang penting adalah meraih gelar dan kapan pun itu tercapai,” tegasnya.
Sejak Red Bull Ring kembali ke kalender pada 2016, pembalap Ducati mendominasi dengan hanya dua kemenangan yang lepas. Rekan setim Marquez, Francesco Bagnaia, punya rekor lima kemenangan beruntun di Spielberg sejak 2023, tetapi musim ini baru menang sekali karena masalah pengereman dan masuk tikungan di GP25.
BACA JUGA:Jadwal Bola Malam Ini, 8-9 Agustus 2025: Ada Indonesia-Super League
