Program Cetak Sawah, Sedang Proses Perisiapan
Bahas cetak sawah-Andry dinata-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma melalui Dinas Pertanian saat ini sedang melakukan persiapan terkait pelaksanaan program cetak sawah dan Oplah Non Rawa pada tahun 2025. Yang rencana awalnya pekerjaan konstruksi dilaksanakan pada Agustus ini.
Saat ini sudah dilakukan rapat koordinasi terkait swasembada pangan dan peluncuran program Cetak Sawah dan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Bengkulu.
Seluruh tahapan mulai dari survei lokasi, pemetaan lahan, kesiapan pengairan irigasi sudah dilakukan bersama tim Surve Investigasi Desain (SID) serta pembahasan ke Kementan mengenai pelaksanaanya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Seluma, Arian Sosial, mengatakan saat ini hasil dari pada Survei Investigasi Desain (SID) yang dilakukan beberapa bulan lalu telah diterima oleh Pemkab Seluma.
Hasil survei tersebut menyatakan seluruh lahan yang diusulkan dalam program ini dinyatakan cocok dan memenuhi syarat untuk dijadikan areal cetak sawah baru.
"Ya, saat ini tengah persiapan untuk pelaksanaan program cetak sawah dan oplah non rawa. Tadi juga pak wabup baru saja selesai menerima hasil SID cetak sawah dan dinyatakan cocok dan memenuhi syarat untuk dijadikan areal cetak sawah baru," kata Arian Sosial, Kadis Pertanian Seluma.
Lebih lanjut, sementara untuk kepastian jadwal pelaksanaan program ini masih dalam tahap finalisasi.
Namun, berdasarkan informasi sementara, kegiatan cetak sawah dan oplah non rawa di wilayah Kabupaten Seluma diperkirakan akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2025.
"Kami masih menunggu, mudah mudahan saja bulan Agustus 2025 ini sudah di mulai," ujarnya.
Ia menambahkan untuk pelaksanaan program cetak sawah, Pemkab Seluma melalui Dinas Pertanian sudah menyiapkan dana pendamping sebesar Rp320 juta.
Dana ini disiapkan sebagai syarat memperoleh program ini. Anggaran tersebut digunakan untuk biaya pelaksanaan survei lokasi serta persiapan pelaksanaan program. Sedangkan untuk biaya program cetak sawah ini dibiayai oleh APBN sebesar Rp10 miliar.
"Untuk total anggaran program cetak sawah yang akan diterima sebesar Rp10 miliar lebih. Kemudian luas lahan yang akan dicetak sawah mencapai 480 hektar. Dengan biaya setiap satu hektar sawah sebesar Rp 25 hingga Rp30 juta," tambahnya
Adapun wilayah yang direncanakan untuk dijadikan lahan cetak sawah baru ada di 6 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Ulu Talo, Seluma Timur, Semidang Alas, Seluma Barat, Ilir Talo dan Kecamatan Lubuk Sandi.
Program ini pun diharapkan mampu membuka lahan pertanian baru serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya di daerah yang belum termanfaatkan.
