Pasar Sore Belum Maksimal
Pedagang Pasar Sore Mingguan Desa Tanggo Raso--
Koranradarseluma.net - Mengindikasikan bahwa pasar sore atau pasar yang beroperasi pada sore hari digelar seminggu sekali belum berfungsi atau memberikan dampak yang optimal sesuai harapan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti sepinya pengunjung, kurangnya pedagang yang berjualan atau masalah lain yang menghambat aktivitas pasar.
BACA JUGA:Kopdes Milik Warga, Separuh Dapat Bergabung Menjadi Kopdes
Yunita (35) salah satu pedagang mengaku masyarakat mungkin belum terbiasa atau belum menyadari keberadaan pasar sore, sehingga kurang minat untuk berkunjung dan berbelanja."Pasar sore mingguan mungkin bersaing dengan pasar yang beroperasi pada waktu lain, seperti pasar pagi atau pasar induk, yang mungkin lebih diminati oleh pembeli,"ujar Yunita.
BACA JUGA:IKM Gelar Sunatan Masal, 70 Anak Terlibat Sunatan
Dikatakan Yunita, lokasi pasar sore digelar setiap Minggu sore dinilai strategis di desa Tanggo Raso karena letaknya di pinggir jalan pertigaan Simpan Kurawan, dan nyaman untuk dikunjungi."Pasilitas pasar sore belum maksimal mungkin kurang baik, seperti kurangnya penataan area, dan fasilitas yang tidak memadai,"ucap Yunita.
Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pasar sore, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala, dan mencari solusi yang tepat. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan daya tarik pasar sore. "Pasar sore seperti ini butuh promosi dalam rangka meningkatkan daya tarik pengunjung,"ungkap Yunita.
Sebelumnya Kepala Desa Tanggo Raso, Kecamatan Pino Raya, Redwan Agustian menyebut hadirkan pasar sore mingguan agar dapat meningkatkan perputaran ekonomi dan menambah tambahan pemasukan para pedagang.
