Radar Seluma.Bacakoran.co

Kejagung Periksa Petinggi Zyrexindo Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Kejagung Periksa Petinggi Zyrexindo--

Radarseluma.bacakoran.co  — Kejaksaan Agung telah memanggil ANT, Direktur Operasional PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk periode 2011, sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan Chromebook senilai Rp?9,9 triliun oleh Kemendikbudristek pada 2019–2022.

Pemeriksaan berlangsung pada Kamis (19/6/2025) menyusul pemanggilan sejumlah pejabat Kemendikbudristek, termasuk Plt. Direktur SMP, Plt. Direktur Pendidikan Khusus, serta pejabat pembuat komitmen dari beberapa direktorat sekolah dasar dan menengah.

Perusahaan audit PT Surveyor Indonesia dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) turut dipanggil. Dua saksi dari Surveyor yakni project manager RR dan asesor ACW, serta seorang ASN dari LKPP bernisial ERO yang menjadi ketua pokja elektronik perkantoran tahun 2020.

Kepala Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menjelaskan seluruh saksi dihadirkan untuk memperkuat alat bukti dan melengkapi pemberkasan perkara. Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan, dan penyidik masih menghitung potensi kerugian negara dari proyek tersebut.

BACA JUGA:Pansus DPR Temukan Indikasi Korupsi Kuota Haji Era Gus Yaqut, KPK Mulai Selidiki

Anggaran pengadaan Chromebook tersebut mencapai hampir Rp?10 triliun terdiri dari dana satuan pendidikan dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, pengadaan telah dipertanyakan karena sebelumnya tim teknis Kemendikbudristek merekomendasikan sistem operasi Windows, bukan ChromeOS.

Sejumlah kritik muncul terhadap keputusan menggunakan Chromebook, mengingat infrastruktur internet daerah 3T yang belum memadai. Laporan ICW dan KPK juga menemukan potensi monopoli akibat terbatasnya vendor, termasuk Zyrexindo dan lima perusahaan lokal lainnya.

Kejagung telah memeriksa total 28 saksi, termasuk dua staf khusus mantan Mendikbudristek, serta menyita sejumlah dokumen dan perangkat elektronik dari dua apartemen stafsus untuk mendalami dugaan “pemufakatan jahat” dalam perubahan spesifikasi proyek.

BACA JUGA:Evakuasi 386 WNI dari Teheran Disiapkan di Tengah Serangan Israel ke Iran

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan