TNI Bisa Turun ke Sawah Saat Perang, Tapi di Masa Damai Harus Kembalikan ke Kementerian Pertanian
TNI Bisa Turun ke Sawah Saat Perang--
Radarseluma.bacakoran.co – Mayjen TNI (Purn.) TB Hasanuddin, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI–P, menekankan bahwa dalam konteks sistem pertahanan “rakyat semesta” dan strategi perang berlarut, TNI berpotensi mengambil peran langsung dalam ketahanan pangan.
Menurutnya, jika konflik telah mencapai tahap perang gerilya, seluruh potensi nasional, termasuk logistik pangan, harus disiapkan. “Dalam keadaan perang, prajurit TNI dapat turun langsung menjadi petani di lapangan dalam membangun depot-depot logistik,” ujar TB Hasanuddin kepada, Kamis (19/6/2025).
Namun, ia menegaskan peran itu hanya relevan dalam situasi darurat atau perang. “Sementara dalam keadaan damai, membangun depot-depot logistik atau ketahanan pangan sebaiknya diserahkan kepada kementerian terkait, yakni Kementerian Pertanian,” tambahnya.
BACA JUGA:KBRI Teheran Tingkatkan Siaga I, Evakuasi 386 WNI dari Iran Disiapkan
TB Hasanuddin mengingatkan pentingnya prajurit tetap fokus pada tugas utamanya yaitu kesiapan tempur. Menurutnya, prajurit aktif harus menyempurnakan pelatihan militer, sementara peran sosial seperti ketahanan pangan lebih efektif jika ditangani lembaga sipil yang kompeten.
Pernyataan ini muncul di tengah wacana TNI AD yang akan merekrut 24.000 prajurit tamtama baru. TB Hasanuddin mengingatkan bahwa meski TNI bisa ambil peran sosial, tetapi fungsinya tetap harus selaras dengan peraturan UU tentang tugas pokok TNI.
Wacana tersebut mencerminkan debat tentang peran TNI AD di masyarakat. Dalam keadaan damai, aspek layanan sipil seharusnya diserahkan kepada lembaga pemerintah yang memiliki spesialisasi, sementara TNI memegang perannya dalam pertahanan negara.
BACA JUGA:Sidang Tom Lembong Memanas: Rini Soemarno Absen, Pengacara Walk Out
