Nilai Tukar Dolar AS Melemah, Rupiah Sempat Menguat Tipis
Nilai Tukar Dolar AS Melemah, Rupiah Sempat Menguat Tipis--
koranradarseluma.net - Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tercatat melemah pada perdagangan Jumat pagi, 24 Mei 2025. Berdasarkan data Refinitiv, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 16.327, menurun dibandingkan hari sebelumnya.
Pelemahan ini mencerminkan tren global di mana dolar AS mengalami tekanan terhadap sejumlah mata uang utama. Sementara itu, rupiah mampu menunjukkan penguatan meski masih dalam rentang yang terbatas, mengikuti arus pasar yang cukup dinamis.
Bank Indonesia melalui kurs tengahnya menetapkan nilai tukar rupiah pada Rp 16.320 per dolar AS, atau menguat dari posisi sebelumnya di Rp 16.343. Kinerja rupiah ini menunjukkan adanya respons pasar terhadap sentimen global dan regional yang berkembang.
Pelemahan dolar AS turut dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Pasar menilai bahwa peluang kenaikan suku bunga lanjutan mulai menipis, seiring dengan rilis data ekonomi AS yang tidak sekuat perkiraan.
BACA JUGA:IHSG Menguat Jelang Akhir Pekan, Ini Faktor Pendorongnya
Selain itu, perkembangan geopolitik global dan situasi pasar obligasi AS ikut memengaruhi pergerakan mata uang. Investor cenderung memilih instrumen investasi dengan risiko lebih rendah, termasuk mata uang pasar berkembang seperti rupiah.
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia yang relatif stabil serta aliran modal asing yang masih mengalir ke pasar surat utang dan saham, memberikan sentimen positif bagi rupiah. Hal ini mendukung kestabilan nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, analis memperingatkan bahwa pergerakan rupiah masih rentan terhadap gejolak eksternal, seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik, dan arah kebijakan moneter global. Oleh karena itu, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika yang ada.
Secara umum, pelemahan dolar AS pagi ini memberikan sedikit ruang bagi rupiah untuk bernapas, namun volatilitas tetap menjadi tantangan. Pemerintah dan otoritas moneter diharapkan terus menjaga stabilitas ekonomi makro demi memperkuat daya tahan rupiah ke depan.
BACA JUGA:Harga Emas Melemah, Ini Posisi Terbarunya Hari Ini
