Radar Seluma.Bacakoran.co

Bitcoin Sentuh Rp 1,82 Miliar: Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?

Bitcoin Sentuh Rp 1,82 Miliar: Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?--

koranradarseluma.net - Harga Bitcoin kembali mencatat rekor baru. Pada Kamis, 22 Mei 2025, nilai aset kripto ini menembus angka sekitar US$ 112.000, atau sekitar Rp 1,82 miliar jika mengacu pada kurs rupiah Rp 16.300 per dolar AS. Kenaikan ini menjadi perhatian pelaku pasar, karena menandai tren penguatan yang stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu pemicu utama lonjakan harga ini adalah masuknya investor besar atau institusi ke pasar kripto. Perusahaan-perusahaan raksasa dan lembaga keuangan mulai mengalokasikan dana ke Bitcoin sebagai bagian dari diversifikasi aset mereka. Hal ini menambah kepercayaan dan mendorong permintaan terhadap Bitcoin.

Kondisi geopolitik global juga ikut mempengaruhi. Ketegangan dagang yang mulai mereda antara Amerika Serikat dan Tiongkok membuat investor lebih optimis terhadap stabilitas pasar. Selain itu, penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh lembaga Moody’s memicu kekhawatiran, sehingga sebagian investor memilih Bitcoin sebagai aset lindung nilai atau safe haven.

Menurut James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, pergerakan harga ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor: momentum positif dari pasar, harapan akan regulasi kripto yang lebih ramah di AS, dan konsistensi pembelian dari institusi besar. Ini menandakan bahwa pasar Bitcoin kini tidak lagi sepenuhnya dikendalikan oleh spekulan individu.

BACA JUGA:Gedung Pasar Senin Tak Difungsikan, Lapak Terlalu Kecil

Menariknya, lonjakan harga Bitcoin kali ini tidak terlalu berkorelasi dengan pasar saham, terutama indeks Nasdaq yang biasanya selaras dengan pergerakan kripto. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku investor yang kini lebih melihat Bitcoin sebagai alternatif simpanan nilai ketimbang aset spekulatif.

Data dari Bitcoin Treasuries mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2025, kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik naik hingga 31%. Kini total nilainya menyentuh US$ 349 miliar, atau mewakili 15% dari total pasokan Bitcoin yang beredar. Fakta ini semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset serius di dunia keuangan global.

Tak hanya dari sisi ekonomi, dukungan politik terhadap aset kripto juga menjadi faktor pendukung. Beberapa politisi di Amerika Serikat mulai menunjukkan sikap terbuka terhadap regulasi yang lebih jelas dan mendukung perkembangan teknologi blockchain, yang pada gilirannya memicu sentimen positif terhadap Bitcoin dan aset digital lainnya.

Dengan tren ini, banyak analis memprediksi bahwa Bitcoin masih punya ruang untuk tumbuh lebih tinggi. Namun begitu, investor tetap disarankan berhati-hati dan memperhatikan volatilitas pasar. Sebab seperti biasa, potensi imbal hasil besar selalu datang bersama risiko yang tak kecil pula.

BACA JUGA:Harga Getah Karet di Seluma Barat Mulai Naik, Petani Harap Tembus Rp 15 Ribu per Kg

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan