Radar Seluma.Bacakoran.co

Kina: Senjata Rahasia Hindia Belanda Melawan Malaria

Kina: Senjata Rahasia Hindia Belanda Melawan Malaria--

Koranradarseluma.net - Pada masa kolonial, Hindia Belanda menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan para serdadu dan pegawainya, terutama dari ancaman penyakit tropis seperti malaria. Di tengah keterbatasan pengobatan modern saat itu, kina muncul sebagai penyelamat yang tak ternilai. Tanaman yang tampak sederhana ini ternyata menjadi senjata rahasia penjajah dalam melawan wabah mematikan.

Kina berasal dari kulit pohon Cinchona, tanaman asli Amerika Selatan yang dikenal sejak abad ke-17 sebagai obat ampuh untuk mengatasi demam. Ketika bangsa Eropa mulai menjajah wilayah tropis, mereka menyadari pentingnya kina sebagai pelindung dari penyakit yang bisa melemahkan kekuasaan kolonial mereka.

Di Hindia Belanda, upaya budidaya pohon kina dimulai secara serius pada pertengahan abad ke-19. Pemerintah kolonial bekerja sama dengan ahli botani dan pengusaha untuk menanam kina di dataran tinggi Jawa, terutama di wilayah Priangan. Hasilnya luar biasaIndonesia menjadi salah satu produsen kina terbesar di dunia.

Keberhasilan budidaya kina ini bukan hanya berdampak pada kesehatan publik di wilayah koloni, tetapi juga memberi keuntungan besar bagi ekonomi Belanda. Ekspor kina ke Eropa dan Amerika Serikat meningkat pesat. Pada masa puncaknya, lebih dari 90% kebutuhan kina dunia dipasok dari Hindia Belanda.

BACA JUGA:Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Setiap Hari? Berikut Penjelasan Lengkapnya

BACA JUGA:Mengapa Pohon Pisang Harus Ditebang Setelah Berbuah? Ini Penjelasannya

Namun di balik keberhasilan ini, tersimpan pula kisah eksploitasi. Rakyat lokal yang bekerja di perkebunan kina kerap dipaksa dengan sistem kerja keras dan upah rendah. Seperti banyak aspek kolonialisme lainnya, keuntungan lebih banyak dinikmati oleh penguasa asing, sementara masyarakat lokal hanya menjadi tenaga penggerak roda produksi.

Meski telah muncul obat-obatan sintetik modern, kina tetap dikenang sebagai tonggak penting dalam sejarah pengobatan malaria. Peran vitalnya menyelamatkan ribuan nyawa menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kisah medis tropis.

Kini, sejarah kina mengajarkan kita bahwa di balik tanaman yang tumbuh di tanah jajahan, tersimpan cerita kompleks antara ilmu pengetahuan, ekonomi, dan kekuasaan. Sebuah ironi, bahwa obat penyelamat itu lahir dari sistem yang tak selalu memanusiakan.

Sebagai warisan sejarah, jejak kina di Indonesia tetap hidup, baik melalui sisa perkebunan di Jawa maupun peran pentingnya dalam membentuk strategi kolonial. Dan kisahnya, masih relevan sebagai pengingat bahwa sains bisa menjadi alat kekuasaan sekaligus harapan.

BACA JUGA:Tragedi Balas Dendam di Depan Kamera: Ketika Hati Ayah Terluka Terlalu Dalam

BACA JUGA:Inspirasi Dekorasi Teras Rumah Minimalis Modern Terbaru

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan