Dari Darat ke Laut: Hubungan Tak Terduga antara Manatee dan Gajah
Gajah dan Mantee--
koranradarseluma.net – Kedengarannya mungkin seperti dongeng, namun fakta ilmiah membuktikan bahwa manatee dan gajah dua hewan yang tampaknya sangat berbeda ternyata memiliki leluhur yang sama.
Meski sering disalahartikan sebagai kerabat lumba-lumba atau paus karena hidup di air, manatee justru lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan gajah. Manatee, si “sapi laut” yang lembut ini, menyimpan sejarah evolusi yang mengungkap persamaan luar biasa dengan raksasa daratan, gajah.
Secara taksonomi, keduanya termasuk dalam kelompok subungulata kelompok mamalia berkuku yang juga mencakup hyrax dan aardvark. Kategori ini menandakan bahwa mereka berbagi nenek moyang jauh di masa lalu.
Persamaan antara keduanya tidak hanya terlihat dalam silsilah, tetapi juga pada struktur fisik. Jantung manatee dan gajah, misalnya, berbentuk bulat, tidak seperti bentuk jantung kebanyakan mamalia lain yang lebih memanjang. Pada sirip manatee Hindia Barat dan Afrika Barat, terdapat tonjolan mirip kuku, menyerupai jari kaki gajah.
BACA JUGA:Menyingkap Tabir Arsip Rahasia Vatikan: Jejak Sejarah, Intrik, dan Warisan Dunia yang Tersembunyi
Warna kulit keduanya sama-sama abu-abu dengan tekstur tebal dan hanya ditumbuhi sedikit rambut halus. Manatee bahkan memiliki dua gigi seri yang menyerupai cikal bakal gading gajah.
Sistem pergantian gigi mereka juga unik. Baik manatee maupun gajah mengalami pergeseran geraham dari belakang ke depan. Gigi yang aus akan digantikan oleh gigi baru, meskipun pada gajah jumlahnya terbatas sedangkan manatee memiliki regenerasi gigi tanpa batas.
Dari sisi perilaku makan, manatee menggunakan bibir berotot untuk meraih dan mencabik tanaman air mirip seperti cara gajah memanfaatkan belalainya. Keduanya adalah herbivora sejati: manatee bisa mengonsumsi lebih dari 100 pon tumbuhan air per hari, sementara gajah bisa melahap hingga 375 pon daun, buah, dan kulit pohon.
Menariknya, penamaan jenis kelamin dan anak dalam spesies ini pun serupa. Individu jantan disebut “bull”, betina disebut “cow”, dan anak mereka disebut “calf” mirip dengan istilah yang digunakan untuk ternak atau gajah.
Sayangnya, kedua spesies luar biasa ini tengah menghadapi ancaman serius. Populasi mereka terus menurun akibat ulah manusia baik dari perburuan, kerusakan habitat, maupun pencemaran lingkungan. Fakta ini menjadi pengingat penting akan perlunya perlindungan yang serius bagi mereka.
Manatee dan gajah menjadi contoh nyata bagaimana spesies yang hidup di lingkungan sangat berbeda tetap bisa mencerminkan warisan leluhur yang sama. Keduanya memperlihatkan betapa luar biasanya perjalanan evolusi makhluk hidup di bumi dan betapa pentingnya peran kita untuk melestarikannya.
BACA JUGA:10 Fakta Unik Vatikan: Negara Terkecil dengan Pengaruh Terbesar
