Polres Jadwalkan Pemanggilan Pihak PT BSL II Seluma, Selidiki Meledaknya Rebusan TBS Sawit
lokasi TKP-Tri Suparman-Koranradarseluma.net
Koranradarseluma.net - Hingga saat ini, pihak Kepolisian Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma, masih melakukan penyelidikan terkait dengan instiden meledaknya mesin rebusan Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang terjadi di pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Bengkulu Sawit Lestari (BSL) II Seluma yang berada di Desa Air Teras, Kecamatan Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Hingga mengakibatkan 2 karyawan PT BSL II mengalami luka bakar.
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, SIk MIk melalui Kasat Reskrim, AKP Prengki Sirait, SH saat dikonfirmasi Radar Seluma mengatakan, pasca instiden ledakan mesin rebusan TBS sawit yang terjadi di pabrik CPO PT BSL II Seluma. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. "Saat ini anggota unit Tipidter masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut," sampainya.
Dalam penyelidikan yang saat ini masih dilakukan. Penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Seluma juga merencanakan akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak perusahaan pabrik CPO PT BSL II Seluma. Pemanggilan direncanakan akan dijadwalkan usai libur lebaran.
"Kita juga telah merencanakan akan memanggil pihak perusahaan, untuk kita mintai klarifikasi. Terkait dengan instiden yang telah terjadi tersebut," tegasnya.
Dimana sebelumnya, anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Seluma telah melakukan pengecekan ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pengecekan ataupun olah TKP yang dilakukan oleh anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Seluma, dalam rangkaian penyelidikan atas instiden meledaknya Rebusan TBS Sawit di PT BSL II Seluma. Guna untuk mengungkap indikasi terjfiny kejadian tersebut.
"Iya, sebelumnya anggota telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan fakta-fakta dilapangan seperti apa," ujarnya. Terkait dengan dugaan penyebab terjadinya kejadian tersebut. Dirinya menegaskan jika dirinya belum dapat menyampaikan terkait dengan dugaan penyebab terjadinya kejadian meledaknya rebusan TBS sawit di pabrik CPO PT BSL tersebut.
Dimana diketahui, akibat meledaknya rebusan TBS kelapa sawit di pabrik CPO PT BSL II tersebut. Mengakibatkan dua karyawan PT BSL yang diketahui bernama Insuryanto (35) dan Eron (27), mengalami luka bakar yang membuat melepuh tangan sebelah kirinya masing-masing. Keduanya langsung dievakuasi dari pabrik CPO ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tais.
Peristiwa kecelakaan kerja tersebut terjadi pada Kamis, 27 Maret 2025 sekitar Pukul 10.00 wib. Menurut keterangan kedua karyawan tersebut, pada saat sebelum kejadian, kedua karyawan sedang memperbaiki tempat rebusan yang mengalami kerusakan.
Ketika itu, rebusan dalam kondisi sedang diistirahatkan. Namun karena tertipu dengan jarum penunjuk temperatur suhu, ternyata masih tersimpan senyawa gas yang membuat katup pintu rebusan tiba-tiba meledak ketika dibuka.
"Rencananya tadi kami mau memperbaiki SIL hidrolik pintu rebusan, kalau jarum temperatur suhu ketika itu sudah turun. Ternyata menipu pas pintu kami buka pelan-pelan justru meledak, dan brondolan sawit yang sempat direbus berserakan mengenai kami," sampai Insuryanto dan Eron.
Saat ini kondisi korban mengalami luka bakar dan masih mendapatkan perawatan medis RSUD Tais. Tidak dipungkiri pabrik CPO tersebut sejak beberapa hari terakhir dipacu terus menjelang libur lebaran, untuk beroperasi sebelum hari akhir penerimaan buah TBS tanggal 27 Maret 2025 ini.
Namun karena dampak insiden kecelakaan kerja ini, pihak manajemen pun memerintahkan penerimaan buah TBS pun akhirnya dihentikan untuk sementara waktu.
Sementara ini, terkait dengan instiden kejadian ini. Pihak Manajemen PT BSL II Seluma belum dapat dikonfirmasi atas instiden kecelakaan kerja yang dialami kedua karyawan mereka.
