Radar Seluma.Bacakoran.co

Harga Pupuk Non-Subsidi Naik 3,5%, Petani Sawit Mengeluh

Pupuk subsidi-April Yuanda-Koranradarseluma.net

Koranradarseluma.net - Kenaikan harga pupuk non-subsidi hingga 3,5% menambah beban para petani di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Seluma. Lonjakan harga ini membuat mereka kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. Sementara kebutuhan pupuk tetap tinggi untuk menjaga hasil panen. Harga pupuk naik, tapi harga hasil panen belum tentu mengikuti. Kalau begini terus, ekonomi masyarakat akan semakin sulit. 

Disampaikan Agen Pupuk Zulhendrizal, SS dikonfirmasi kemarin (11/3), sekarang harga pupuk non subsidi  naik dari harga sebelumnya. Dikatakannya, memang harga pupuk terkadang mengalami penurunan dan terkadang naik.  Sehingga petani kebun sawat mulai mengeluh dengan kenaik ini.

Kenaikan harga pupuk non-subsidi ini memaksa petani untuk mencari alternatif lain, seperti mengurangi dosis pemupukan atau beralih ke pupuk organik. Namun, tidak semua lahan pertanian cocok dengan pupuk organik, sehingga hal ini dapat berdampak pada hasil panen dan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

"Keterbatasan pupuk bersubsidi juga menjadi permasalahan tersendiri. Banyak petani yang tidak mendapatkan kuota pupuk bersubsidi sehingga terpaksa membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih mahal. Kondisi ini semakin menambah beban finansial petani. Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kenaikan harga pupuk ini.

Jika tidak ada solusi, dikhawatirkan biaya produksi pertanian akan semakin tinggi, yang pada akhirnya bisa berdampak pada harga pangan di pasaran," tukasnya. Stabilitas harga pupuk sangat membantu kami. Akan tetapi harga bukan malahan turun bahkan baik sehingga keperluan pupuk dibatas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan