Radar Seluma.Bacakoran.co

Waspada Penipuan! Ada Yayasan Pungut Biaya Rekrut Pekerja Program MBG

Kabid Kesmas Reza Ade Putri-Eldo Fernando-Koranradarseluma.net

Koranradarseluma.net - Kabar beredar ada satu yayasan yang bergerak dalam program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Seluma. Info yang didapat seseorang yang akan bekerja dalam program makan bergizi gratis (MBG) dibawah naungan yayasan tersebut diharuskan mendaftar sebesar Rp 500 ribu.

Disampaikan salah seorang narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, pendaftaran tersebut memang benar adanya. Bagi yang ingin bekerja saat program makan bergizi gratis nanti harus melakukan uang pendaftaran Rp 500 ribu per orang. " Iya Dipinta uang pendaftaran Rp 500 ribu, katanya untuk pembelian baju seragam" jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Rudi Syawaludin, S.Sos melalui Kesehatan Masyarakat, Reza  Ade Putri menyampaikan bahwa info terkait ada yayasan yang melakukan perekrutan pekerja pada program makan bergizi gratis sudah ada, namun ia pastikan. untuk sejauh baru ada dua yayasan yang telah terverifikasi oleh BGN, kedua yayasan tersebut berada di Kelurahan Sukaraja.

"Info yang kami dapat, yang resmi baru dua yayasan di Kecamatan Sukaraja untuk pengelola makan bergizi gratis.Kalau ada yang merekrut pekerja dipastikan dulu legalitas dan verifikasi dari BGN yayasan tersebut. Sejauh ini baru di Sukaraja 2 yayasan yang sudah resmi terdaftar dari BGN. Yayasan Mahira Salimah dan Yayasan Nang Asik Cahaya Negeri" sampainya.

Dirinya juga mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada perekrutan pekerja mengatasnamakan Yayasan untuk program makan bergizi gratis (MBG) telah melakukan pemungutan untuk seragam dan KTA.

" Informasinya itu untuk pembelian seragam sama KTA, sejauh ini informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) kalaupun ada perekrutan tidak ada biaya pendaftaran untuk baju ataupun KTA. Karena seragam dan KTA sudah ditanggung oleh yang resmi bekerja sama dengan BGN, tidak ada pungutan pengambilan uang dari masyarakat" jelasnya.

Sementara itu, Febrinanda Putra Pratama menyampaikan ia juga mendapat informasi terkait Yayasan yang bergerak di program makan bergizi gratis (MBG), diduga kuat melakukan penarikan uang siapa yang ingin bekerja dalam program MBG.

" Masalah program makan bergizi gratis (MBG) saya sangat mendukung.Tapi yang harus diperhatikan oleh masyarakat legalitas yayasan itu sendiri apakah sudah terdaftar di Badan Gizi Nasional (BGN) atau belum. Saya sangat yakin pak Prabowo itu ingin mensejahterakan masyarakat sehingga kalau ada tarikan uang untuk bekerja di MBG saya ragu hal itu perintah presiden" sampainya

Dilanjutkannya, dirinya sangat berharap agar APH melakukan tindakan untuk antisipasi penipuan berkedok yayasan MBG.

" Terakhir saya berharap Aparat Penegak Hukum (APH) mengantisipasi penipuan berkedok yayasan MBG" Lanjutnya.

Sementara itu, Waka I DPRD Seluma, Syamsul Aswajar S.Sos menyampaikan bahwa dirinya belum mendapat informasi tersebut. Namun dipastikannya dalam program makan bergizi gratis tidak ada pungutan.

" Saya belum mendapat informasi pasti, yang jelas kita akan kroscek dahulu kebenarannya. Setahu saya aturan untuk pekerja makan bergizi gratis (MBG) ini tidak ada melakukan pembayaran atau pungutan. Karena yang bekerja bukan yang bisa masak saja nantinya ada verifikasi. Dan juga nanti untuk UMKM yang mengelola makan gratis ada prosedur yang dilalui" sampai Syamsul.

Lanjutnya pihaknya akan mencari kebenaran terkait isu tersebut, karena menurutnya DPRD boleh menanyakan kebenaran walau sebatas isu dahulu.

" Kita akan cari kebenaran, kita DPRD boleh boleh menanyakan kebenarannya walau ini hanya baru sebatas isu. Kalau ditemukan bukti nanti kita minta pertanggung jawabannya" sampainya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan