Ciptakan Generasi Muda Cerdas , Perpusda BS Tekanan Minat Membaca

Kamis 26 Jun 2025 - 10:20 WIB
Reporter : Muchtar Ilyas
Editor : Zeni Sesnita

 

Koranradarseluma.net - Upaya meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan pembelajaran membaca Nyaring bagi guru, orang tua, dan pustakawan. 

BACA JUGA:Berikan Pelayanan Maksimal, Dishub Evaluasi Pegawai

 

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpusda Bengkulu Selatan (BS), Kartika Mulya Ningrum, M.Ph mengatakan, bahwa Perpusda) Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan pembelajaran membaca Nyaring bagi guru, orang tua, dan pustakawan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 24-26 Juni 2025 di Aula Perpusda Bengkulu Selatan, lantai 2."Kegiatan ini merupakan salah satu upaya strategis untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini melalui teknik membaca nyaring yang menarik dan efektif,"ujar Kartika.

BACA JUGA:Heboh!!! OTT di Seluma,Kejari Seluma Tangkap Terduga Pelaku Pemerasan

 

 

Dikatakan Kartika, membaca nyaring sangat penting untuk meningkatkan kemampuan literasi anak. Oleh karena itu, kami mengajak guru, orang tua, dan pustakawan untuk bersama-sama menguasai teknik membaca yang benar dan menyenangkan agar anak-anak lebih tertarik dan termotivasi untuk membaca. "Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli dari Universitas Islam Negeri-Fatmawati Soekarno (UIN-FAS) dan Universitas Bengkulu (UNIB) dan praktisi literasi yang berpengalaman dalam bidang membaca nyaring,"tutur Kartika.

 

Ia menambahkan materi yang diberikan meliputi teknik membaca nyaring yang baik, cara memilih buku cerita yang sesuai usia, metode interaktif untuk melibatkan anak saat membaca, serta cara mengatasi tantangan dalam membangun kebiasaan membaca anak. "Berharap dengan kegiatan ini dapat diterapkan kepada anak dan para generasi oleh peserta khususnya,"pungkas Kartika.

 

Sementara itu, Dr Syahrial, S, Sos.I, M.Ag, Kepala Perpustakaan UIN-FAS Bengkulu mengatakan bahwa membaca nyaring tidak hanya sekadar membacakan teks, tapi juga harus mampu menghidupkan cerita melalui intonasi suara, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. "Anak-anak akan lebih mudah memahami isi cerita sekaligus menikmati proses membaca dengan diberihkan bibingan. Hal ini sangat efektif untuk membangun imajinasi dan kosakata anak,”gumam Syahrial.

 

Tags :
Kategori :

Terkait